Mewakili Cucu Saidah, Ridwan Sumantri dan Faisal rusdi sebagai inisiator kegiatan serta para penyandang disabilitas yang kemaren dah jalan-jalan dari Pasar Festival sampai Monas dengan Trans Jakarta, saya mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi dan dukungannya. sungguh tidak disangka, kurang lebih 22 penyandang disabilitas beserta belasan simpatisan dan pendamping bergabung dalam acara spontanitas ini. Hujan deras seharian tidak berhasil menggentarkan 7 pengguna kursi roda untuk menanjak ram shelter Trans Jakarta yang licin dan tinggi. Penuhnya armada Trans Jakarta tidak berhasil menyurutkan keinginan kawan-kawan tunarunggu untuk berkomunikasi didalam bus, dan jauhnya jarak antara bus dan shelter, tidak berhasil membuat para tunanetra menjadi takut untuk melompat keluar masuk bus. Bahkan Balkis kecil pun berani mengklaim tempat duduk yang diprioritaskan untuk penyandang disabilitas, lansia, wanita hamil dan anak-anak.
Barrier Free Tourism
Senin, 05 Maret 2012
Jumat, 02 Maret 2012
Barrier Free Tourism
Yo, all the people in the house...!!!
Saat ini saya mewakili kelompok kecil penyandang disabilitas yang mau ngadain acara rutin muter-muter Jakarta dengan transportasi umum atau memgunakan sarana publik lainnya seperti taman, jembatan penyebrangan, warung makan, pusat perbelanjaan, terminal dan lain sebagainya.
Tujuan acara ini adalah mendorong penyandang disabilitas agar mau beraktifitas ditempat umum dan mengedukasi masyarakat bahwa penyandang disabilitas mempunyai kegiatan yang serupa dengan anggota masyarakat lainnya. Dengan kegiatan ini, diharapakan penyandang disabilitas juga akan lebih berani untuk mengadvokasi kebutuhannya secara langsung, memberi pengetahuan kepada masyarakat umum bagaimana berinteraksi dengan penyandang disabilitas (terutama dalam membantu mobilitas dan aktivitas), dan juga mempercepaat perwujudan kebutuhan aksesibilitass baik secar a fisik, maupun perilaku.
Saat ini saya mewakili kelompok kecil penyandang disabilitas yang mau ngadain acara rutin muter-muter Jakarta dengan transportasi umum atau memgunakan sarana publik lainnya seperti taman, jembatan penyebrangan, warung makan, pusat perbelanjaan, terminal dan lain sebagainya.
Tujuan acara ini adalah mendorong penyandang disabilitas agar mau beraktifitas ditempat umum dan mengedukasi masyarakat bahwa penyandang disabilitas mempunyai kegiatan yang serupa dengan anggota masyarakat lainnya. Dengan kegiatan ini, diharapakan penyandang disabilitas juga akan lebih berani untuk mengadvokasi kebutuhannya secara langsung, memberi pengetahuan kepada masyarakat umum bagaimana berinteraksi dengan penyandang disabilitas (terutama dalam membantu mobilitas dan aktivitas), dan juga mempercepaat perwujudan kebutuhan aksesibilitass baik secar a fisik, maupun perilaku.
Label:
Barrier Free Torusim,
Penyandang cacat,
Penyandang disbailitas.,
Persons with Disabilities,
PwDs
Minggu, 26 Februari 2012
Selamat Datang
Seiring diratifikasinya CRPD (Convention on the Rights of Person with Disabilities) oleh pemerintah Indonesia. Merupakan momentum yang tepat bagi para Penyandang disabilitas untuk meningkatkan perhatian pemerintah dan juga masyarakat dalam hal upaya pemenuhan dan perlindungan hak-hak Penyandang disabilitas.
Di tanah air khususnya di Jakarta selaku ibukota, masih sangat minim fasilitas layanan publik yang aksesibel, begitu pun dengan perilaku masyarakat yang belum memahami cara berinteraksi dengan Penyandang disabilitas.
Berangkat dari keprihatinan itulah kami berinisiatif untuk melakukan sebuah upaya kecil dalam melakukan upaya penyadaran akan hak-hak Penyandang disabilitas. Upaya ini kami namakan "Barrier Free Tourism".
Barrier Free Tourism merupakan kegiatan diakhir pekan dengan mengunjungi tempat-tempat umum seperti tempat wisata, tempat perbelanjaan, dll untuk menciptakan lingkungan yang aksesibel bagi Penyandang disabilitas.
Kegiatan ini akan kami lakukan dua kali dalam sebulan dengan menggunakan transportasi publik yang masih bisa dijangkau oleh Penyandang disabilitas yaitu Busway dan Kereta Api.
Perjalanan pertama akan kami lakukan dengan mengunjungi Monumen Nasinal (Monas) sebagai pusat kota Jakarta. Siapapun bisa bergabung dengan kegiatan ini, bahkan kami berharap semua pihak turut peduli dengan kegiatan ini.
Salam disabilitas
Di tanah air khususnya di Jakarta selaku ibukota, masih sangat minim fasilitas layanan publik yang aksesibel, begitu pun dengan perilaku masyarakat yang belum memahami cara berinteraksi dengan Penyandang disabilitas.
Berangkat dari keprihatinan itulah kami berinisiatif untuk melakukan sebuah upaya kecil dalam melakukan upaya penyadaran akan hak-hak Penyandang disabilitas. Upaya ini kami namakan "Barrier Free Tourism".
Barrier Free Tourism merupakan kegiatan diakhir pekan dengan mengunjungi tempat-tempat umum seperti tempat wisata, tempat perbelanjaan, dll untuk menciptakan lingkungan yang aksesibel bagi Penyandang disabilitas.
Kegiatan ini akan kami lakukan dua kali dalam sebulan dengan menggunakan transportasi publik yang masih bisa dijangkau oleh Penyandang disabilitas yaitu Busway dan Kereta Api.
Perjalanan pertama akan kami lakukan dengan mengunjungi Monumen Nasinal (Monas) sebagai pusat kota Jakarta. Siapapun bisa bergabung dengan kegiatan ini, bahkan kami berharap semua pihak turut peduli dengan kegiatan ini.
Salam disabilitas
Langganan:
Postingan (Atom)
